Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Ketika Membangun Jejaring Bisnis

Posted on 14 Maret 2014

0


Diterjamahkan secara bebas dari HBR Blog Network dari tulisan Dorie Clark

Sumber Gambar: http://www.ciputraentrepreneurship.com/

Kita semua tahu Jaringan Bisnis memiliki potensi untuk secara dramatis meningkatkan karir kita. Membuat koneksi baru bisa memperkenalkan kita kepada informasi berharga baru, kesempatan kerja, dan banyak lagi. Namun, meskipun  banyak dari kita melakukan itu secara salah – dan tidak hanya  kesalahan dangkal pertukaran kartu bisnis dan tidak menindak-lanjutinya dengan benar. Banyak eksekutif, bahkan ketika mereka sangat ingin untuk menumbuhkan kontak baru, tidak yakin bagaimana untuk mendapatkan  dan membuat kesan yang tepat.

Aku pernah mengalami hal tersebut. Bertahun-tahun lalu, saya menjadi pembicara pada konferensi teknologi  yang hadir juga seorang penulis buku terlaris. Secara kebetulan,  kami bertemu  di ruang tunggu. Saya katakan, senang bertemu dengan Anda! Saya mencintai karya Anda! Kemudian menyerahkan kartu nama saya kepada dia. Saya berkata, bila anda singgah ke Boston, akan menjadi kehormatan untuk bertemu anda! Namun sampai sekarang, saya belum pernah meneleponnya, dan terus terang, saya tidak terkejut .

Kita semua sibuk, tapi sulit untuk membayangkan banyaknya permintaan pada para selebiriti atau tokoh terkenal yang diterima. Pendiri  Reputation.com  dan penulis HBR blogger Michael Fertik bilang, dia menerima hampir 500-1000 email per hari, dan menggambarkannya sebagai “pajak besar pada hidup saya.” Profesor Wharton  Adam Grant, yang diprofilkan oleh New York Times dihargai karena kemurahan hatinya  untuk kebiasaannya melakukan “lima menit yang nikmat” pada hampir semua orang   sehingga dibanjiri dengan 3500 email dari orang asing. “Saya meremehkan berapa banyak orang membaca New York Times, ” kata dia bercanda.

Grant  bahkan harus menyewa seorang asisten untuk membantunya – yang kebanyakan orang tidak memiliki keterampilan manajemen waktu untuk melakukan itu. Jika Anda ingin sukses punya jaringan dengan para profesional tingkat tinggi, Anda harus menginspirasi mereka untuk ingin terhubung dengan Anda. Melalui pengalaman yang “susah payah”, saya telah menemukan beberapa kesalahan kunci calon “networkers” dalam upaya mereka untuk membangun hubungan, dan bagaimana untuk menghindarinya.

Kesalahpahaman tatanan kekuasaan 

“Aturan” untuk membuat jejaring cukup sederhana: segera tindaklanjuti, terhubung dengan mereka di LinkedIn, menawarkan  mereka kopi atau makan siang. Saya sukses besar dengan caraini ini ketika menjangkau orang-orang yang punya koneksi dan “passion” sama: misalnya blogger untuk publikasi topik yang sama , atau melayani  komite amal. Orang ingin berkumpul dengan rekan-rekan mereka untuk bertukar ide dan pengalaman, kesamaan   sudah cukup jadi alasan bagi mereka untuk ingin bertemu dengan Anda .

Tetapi kebenarannya adalah aturan-aturan itu tidak bekerja untuk orang-orang yang statusnya berada di atas Anda. Penulis buku laris pada konferensi teknologi di atas tidak tahu siapa saya, dan tidak ada alasan untuk berkenalan. Buku saya belum dirilis, padahal dia telah menjual ratusan ribu eksemplar, ia menjadi pembicara banyak konferensi, dan saya menjalankan sesi bedah buku yang jauh lebih kecil bersama pengarang lain. Kami membuat kesalahan ketika kita gagal untuk memahami dari sebuah situasi dinamika kekuasaan. Akan lebih baik jika Richard Branson atau Bill Gates ingin bergaul dengan saya “hanya karena di mau”, tapi itu tidak mungkin. Jika saya ingin terhubung dengan seseorang yang jauh lebih terkenal, saya perlu memberi mereka alasan yang sangat bagus .

Meminta sebelum Anda memberikan sesuatu

Anda mungkin memiliki banyak waktu untuk minum kopi dengan orang asing atau menawarkan nasihat yang baik. Seseorang yang menerima 1000 email sehari tidak perlu itu. Meminta waktu mereka, adalah niscaya kecuali jika Anda menawarkan mereka beberapa manfaat dimuka. Konsultan media sosial Kanada Debbie Horovitch berhasil membangun hubungan dengan selebriti bisnis seperti Guy Kawasaki dan Mike Michalowicz dengan mengundang mereka untuk diwawancarai untuk sesi  Google+ Hangouts miliknya yang terfokus pada bagaimana menjadi penulis bisnis. Alih-alih meminta mereka untuk “satu jam dari waktu merek ” untuk mendapatkan rekomendasi untuk menulis buku, ia “gunakan” mereka untuk audiens yang lebih luas dan menciptakan konten  permanennya yang tersedia secara online.

Gagal menyatakan proposisi nilai Anda secara khusus

Profesional top tidak punya waktu untuk membedakan dan mencari tahu mana yang sampah dan mana yang bernilai. Anda harus sangat eksplisit, sangat cepat, tentang bagaimana Anda bisa membantu dia. Saya sangat lemah dengan ajakan “Mari kita bertemu di Boston!”. Sebaliknya, harus menunjukkan Anda “akrab” dengan pekerjaannya dan tahui tentang bagaimana Anda bisa membantu mereka, bukan sebaliknya. Tim Ferriss dari “The 4-Hour Workweek” tenar dengan blog-nya tentang bagaimana mantan pekerja magangnya Charlie Hoehn membantu dia dengan promosi terperinci, termasuk “job description” Charlie menggembar-gemborkan kemampuannya untuk membantu membuat video  dan promosi online “micro-network” Ferriss untuk para penggemar buku-bukunya.

Kata Penutup

Jejaring mungkin merupakan kegiatan profesional paling berharga yang dapat kita lakukan. Tapi terlalu sering, kita tidak sengaja ‘menyabotase’ usaha kita sendiri dengan salah membaca dinamika kekuasaan, gagal untuk memberikan kesan pertama, dan tidak membuat proposisi nilai yang jelas. Memperbaiki kesalahan tersebut penting untuk dapat membantu kita terhubung dengan orang yang kita inginkan dan perlu untuk mengembangkan karir kita .

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=nc7oX71IGZM]