Menciptakan Pusat Kendali Misi Untuk Mengontrol dan Menyesuaikan Proses Eksekusi Strategi (Bagian-1)

Posted on 27 November 2013

1


Berpikir seperti NASA: Membangun Pusat Kendali Misi

Salah satu proposisi kunci dari tulisan ini adalah Strategi Execution Control Centre ( SECC ), yang merupakan titik fokus dari eksekusi strategi. Mandatnya adalah untuk mengontrol dan menyesuaikan proses eksekusi strategi. SECC akan memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan strategi dan juga akan bertindak sebagai simulator untuk proses eksekusi, di mana tes skala kecil dan proyek-proyek percontohan akan dilakukan untuk memastikan kualitas dan kelayakan strategi. SECC juga akan menjadi pendorong utama perubahan budaya  dalam rangka membangun budaya yang mendukung dan menekankan pelaksanaan strategi.

“Manajer itu seperti astronot yang mengelilingi bumi dalam pesawat ruang angkasa. Mungkin para astronot yang mendapatkan semua kemuliaan, tapi semua orang tahu bahwa kecerdasan sebenarnya ada di balik pusat misi yang terletak di bumi” –  Hamel & Prahalad ( 1989 )

Pernahkah Anda menonton film Apollo 13? Jika Anda ingat, Anda akan melihat urutan berikut : “Flight controllers listen up. Give me a go, no go for launch: Booster: “go”, RETRO: “go”, FIDO: “go”, Guidance: “go”, Surgeon: “go”, EECOM: “go”, GNC: “go”, TELMU: “go”, Control: “go”, Procedures: “go”, INCO: “go”, FAO: “go”, Network: “go”, Recovery: “go”, CAPCOM: “go”. Launch Control this is Houston, we are “go” for launch”.

Ketika NASA meluncurkan roket atau pesawat ruang angkasa dari Cape Canaveral di Florida, pesawat ulang-alik itu sendiri  hanya sebagian kecil dari sistem yang membuat semuanya mungkin. Organisasinya mengacu pada sekelompok besar ahli teknologi, insinyur, pakar pengetahuan dan sumber daya lainnya. Urutan film di atas menggambarkan banyak bagian-bagian  lebih kecil yang sama di pusat kontrol misi NASA. Kontrol misi dengan semua analisnya dengan komputer dan peralatan teknologi tinggi lainnya melacak kemajuan misi. Mengukur segalanya dari tekanan udara di pesawat ruang angkasa, ketinggian, jumlah bahan bakar dan kecepatan, sampai dengan kondisi medis dari astronot. Kontrol Misi menjalankan misi dengan rencana penerbangan yang sangat rinci, sementara itu diwaktu yang sama, menanggapi dan mengadaptasi pengelolaan misi dengan mengukur indikator kinerja utama.

Pusat kendali misi NASA, karena itu merupakan sistem pendukung vital bagi misi luar angkasa. Tanpa hal itu,  misi (demikian juga strategi) tidak akan pernah berhasil dijalankan.

Dengan cara yang sama sebuah organisasi membutuhkan sistem pendukung untuk membimbing dan memfasilitasi pelaksanaan strategi.  Sistem pendukung itu disebut   Strategi Execution Control Centre (SECC ) .

Membimbing Pelaksanaan Strategi

Kaplan & Norton (2005) telah menunjukkan fakta bahwa strategi sering dilakukan terisolasi dalam banyak fungsi dan departemen yang berbeda, tanpa arahan dari strategi perusahaan: “Tanggung jawab terpartisi ini menciptakan jurang antara strategi organisasi  serta proses, sistem dan orang-orangnya”. Pengamatan mereka, adalah kenyataan bahwa strategi organisasi sering dipisahkan dari keseluruhan organisasi ketika tanggung jawab untuk pelaksanaannya dipecah dan ditempatkan di beberapa bagian organisasi.

Gadiesh & Gilbert (2001) telah menunjukkan bukti tantangan desentralisasi yang dihadapi banyak perusahaan: “Desentralisasi menjadi umum di perusahaan-perusahaan dari semua lini, dengan demikian, ada kebutuhan  mekanisme untuk memastikan langkah strategis yang koheren”. Adanya partisi tanggung jawab untuk eksekusi strategi,  juga membuat sulit bagi manajer untuk mengelolanya. Karena kompleksitas dan kuantitas pengawasannya, organisasi harus membentuk SECC untuk memfasilitasi dan membimbing pelaksanaan strategi di seluruh organisasi.

Peran SECC

Adalah peran SECC untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi berbagai tugas dan proses dari model pelaksanaan strategi, dan dengan demikian  membangun kerangka kerja untuk eksekusi strategi. Bukan peran SECC untuk melakukan semua pekerjaan, tetapi untuk memastikan eksekusi yang akan dilakukan dengan cara yang terintegrasi di seluruh organisasi. SECC berfungsi sebagai “jangkar” yang bekerja sebagai modus operandi dalam mengkoordinasikan proses eksekusi strategi.

Tujuan dari SECC bukan untuk menciptakan birokrasi baru dalam organisasi atau untuk memberikan titel baru yang eksklusif bagi manajer berbakat. SECC tidak harus memonopoli  proses eksekusi strategi dan dengan demikian menciptakan sebuah aristokrasi baru. Badan ini tidak berwenang untuk mengesampingkan keputusan yang dibuat oleh manajer tingkat yang lebih rendah – yang akanmenurunkan motivasi untuk melaksanakan strategi. Sebaliknya , adalah tujuan dari SECC untuk menyediakan koneksi antara berbagai departemen dan fungsi dalam organisasi dengan strategi  dalam upaya untuk melaksanakannya.

Dengan cara ini SECC dapat memfasilitasi dan membimbing pelaksanaan strategi, bukan mendominasi dan intervensi. Dalam arti bahwa SECC bukanlah departemen otoritatif seperti yang lain, tetapi bekerja lebih sebagai perantara antara fungsi yang ada dari organisasi. SECC harus memiliki peran konsultatif dan integratif antara departemen fungsional masing-masing. Kontribusinya harus berupa kompetensi, pengetahuan, keahlian, pengalaman, bantuan dan inspirasi .

Artikel ini diambil dari tesis “Cracking Kode Strategy Execution” oleh Kasper Lindøe Pedersen

Disadur secara bebas dari: http://www.corpeum.com/strategy-execution-control-center.html

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=u19mQlQeMmE]