Manajemen Adaptif: Tidak Hanya Sekedar Mengatur Sumber Daya

Posted on 20 Maret 2013

0


Adaptive Management (AM), juga dikenal sebagai manajemen sumber daya adaptif (Adaptive Resource Management/ARM), adalah  proses berulang-ulang terstruktur sehingga dapat membuat keputusan yang tepat  dalam menghadapi ketidakpastian. Tujuan adlah untuk mengurangi ketidakpastian dari waktu ke waktu melalui sistem pemantauan. Dengan cara ini, pengambilan keputusan secara bersamaan memenuhi tujuan manajemen sumber daya serta informasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki manajemen di masa depan. Adaptive Management adalah alat yang harus digunakan tidak hanya untuk mengubah sistem, tetapi juga untuk belajar tentang sistem (Holling 1978). Karena manajemen adaptif didasarkan pada proses pembelajaran, meningkatkan  hasil pengelolaan manajemen yang panjang. Tantangan dalam menggunakan pendekatan manajemen adaptif terletak dalam menemukan keseimbangan yang tepat antara memperoleh pengetahuan untuk meningkatkan manajemen di masa depan dan mencapai hasil yang terbaik  untuk jangka pendek berdasarkan pengetahuan saat ini (Allan & Stankey 2009).

Ada sejumlah proses ilmiah dan sosial yang merupakan komponen penting dari manajemen adaptif, termasuk:

  1.      Manajemen yang terkait dengan skala temporal dan spasial yang tepat
  2.      Manajemen yang fokus pada kekuatan dan kontrol statistik
  3.      Penggunaan model komputer yang diwujudkan untuk membangun sintesis dan konsensus ekologi
  4.      Penggunaan konsensus ekologi yang diwujudkan untuk mengevaluasi alternatif strategi
  5.      Komunikasi alternatif untuk pilihan arena politik untuk negosiasi

Pencapaian tujuan-tujuan ini memerlukan proses manajemen terbuka yang berusaha memasukkan pemangku kepentingan masa lalu, sekarang dan masa depan. Adaptive Management perlu setidaknya mempertahankan keterbukaan politik, tetapi biasanya bertujuan untuk menciptakannya. Pengelolaan adaptif karena itu harus menjadi proses ilmiah dan sosial. Ini harus fokus pada pengembangan lembaga  dan strategi kelembagaan  baru yang seimbang dengan hipotesis ilmiah dan kerangka eksperimental  (resilliance.org).

Manajemen adaptif dapat dilaksanakan baik manajemen adaptif pasif atau manajemen adaptif aktif, tergantung pada bagaimana pembelajaran terjadi.  Manajemen adaptif Pasif hanya menilai pembelajaran  sejauh meningkatkan hasil keputusan (yaitu pasif), yang diukur dengan fungsi utilitas tertentu. Sebaliknya,  manajemen adaptif aktif secara eksplisit menggabungkan pembelajaran sebagai bagian dari fungsi tujuan dan karenanya keputusan yang meningkatkan pembelajaran dinilai atas orang-orang yang  melakukannya (Holling 1978, Walters 1986). Dalam kedua kasus itu, jika pengetahuan baru diperoleh, maka model  diperbarui dan strategi manajemen  yang optimal diperoleh. Jadi, pembelajaran yang terjadi dalam kedua kasus diperlakukan berbeda. Seringkali,  kebijakan adaptif yang aktif secara teknis sangat sulit, yang  menjadikannya lebih sulit diterapkan.