Manajemen Merek: Suatu Janji Yang Perlu Bukti

Posted on 14 Maret 2013

0


Suatu merek  (Brand) sering harus membuat janji dan kemudian mereka harus memenuhi janji tersebut. Membuat janji itu mudah. Menjaganya,  itu adalah bagian yang sulit. Suatu merek dapat membuat janji dengan kata-kata. Tapi itu hanya dapat dibuktikan melalui tindakan. Sebagai contoh BP  yang mereposisi dirinya sebagai sebuah merek ramah lingkungan dengan slogan “Beyond Petroleum” dan ikon matahari cemerlang (sunburst) kuning cerah dan hijau. BP mendukung hal ini dengan kampanye $ 200.000.000 melalui iklan “public relations” yang dirancang oleh Ogilvy & Mather. Kampanye ini bekerja dengan baik sampai tumpahan minyak Teluk Meksiko pada tahun 2010. Kemudian tindakan lain terungkap, seperti proyek minyak yang secara lingkungan kontroversial di Alberta, Kanada.

Sebuah departemen pemasaran merek, yang sering dibantu oleh lembaga pemasaran, dapat membantu  merek  untuk memenuhi janjinya. Tapi siapa yang akan memastikan janji tersebut dipercaya dan berkelanjutan dengan bukti nyata? Siapa yang akan memastikan bahwa organisasi secara otentik dapat memberikan bukti terhadap janji tersebut?

Inilah sebabnya mengapa janji suatu merek (Brand Promise) harus dibuat pada tingkat yang paling senior di organisasi. Menyampaikan suatu janji membutuhkan aktifitas yang sejalan dengan misi organisasi, visi dan rencana bisnis. Ini akan mempengaruhi alokasi sumber daya termasuk pengeluaran modal. Untuk memenuhi janji “Beyond Petroleum”, BP memerlukan untuk berinvestasi secara signifikan dalam sumber-sumber energi alternatif, termasuk R & D pengeluaran di bidang itu. Ini memerlukan penerapan standar  dan kontrollingkungan yang lebih ketat, tidak hanya untuk operasi sendiri, tetapi juga untuk semua sub-kontraktor . Ini bukan keputusan seorang manajer pemasaran. Ini memerlukan keputusan seorang CEO.

Ingat, bagian yang paling penting dari janji merek bukanlah pembuatan janji, melainkan menjaga janji itu. Pastikan merek Anda mampu melakukan itu.