Apakah Peserta Didik Menikmati Pembelajaran Dengan “Role Playing Game”?

Posted on 10 Maret 2012

0


Sering saya melakukan pembelajaran dengan “Role Playing Game”, apakah mereka menikmatinya? Berikut adalah hasil karya mahasiswa TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG dengan topik “Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air”:

TUGAS KULIAH PENGANTAR LINGKUNGAN INDUSTRI

TEKNIK ELEKTRO – ITENAS, BANDUNG

 

Anggota:Abdul Rohman 11-2006-084    [masyarakat]

Tri Wahyu Rubianto 11-2007-004   [teknisi]

Devi Slamet 11-2007-015   [humas]

Budhi Taufiq 11-2007-025    [hukum]

Crisca Angelia Yuda 11-2007-045     [akuntan]

 

Tema:PEMBANGKIT

 

Judul:Perencanan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air

 

Inti cerita:

Awalnya melakukan tinjauan terhadap suatu daerah dari segi hubungan antara masyarakat dalam meminta persetujuan untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, kemudian dalam melakukan pembangunan dibutuhkan surat legalitas dalam pembangunan, namun dalam mendapatkan persetujuan terdapat masalah dari sisi masyarakat yang menolak pembangunan tersebut, untuk itu terdapat humas yang membawa teknisi agar dapat mejelaskan lebih lanjut dalam pembangunan dan manfaat dari pembangunan PLTA ini, dan juga akuntan dan bagian hukum yang menjelaskan dari sisi ganti rugi dan surat legalitas yang bersangkutan dalam pembangunan ini, hingga mendapatkan hak legalitas dalam pembangunan PLTA ini.

 

 

 PERENCANAN PEMBANGUNAN

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

 

Suatu perusahaan yang bergerak dibidang teknologi yang terbarukan akan melakukan suatu proyek mengenai pembangkit listrik. Proyek ini akan dibangun di tempat atau daerah terpencil yang terdapat banyak penduduk yang belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN. Sebelum dilakukan pembangunan proyek tersebut, dari perusahaan melakukan survey yang meliputi bebrapa faktor dan diantaranya yaitu lokasi pemukiman yang dihuni oleh banyak penduduk, belum ada pasokan listrik dari PLN atau belum semua penduduk bisa memanfaatkan listrik PLN (hanya sebagian kecil saja yang menggunakan listrik PLN), sumber energi yang cukup dan dapat diperbaharui.

 

Dalam situasi rapat:

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Assalamu’alaikum wr.wb.”

Bpk. Devi Slamet (Humas)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)            : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : “Terima kasih kpd bpk-bpk dan ibu yg telah hadir dalam rapat proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga hydro ini. Di sini kita akan membahas persiapan dalam melakukan survey di desa yang masih belum terjangkau pasokan listrik. Dari kriteria yang kita tentukan dan dari beberapa desa yg meiliki kriteria tersebut, dipilih Desa Tak Tahu Di mana. Kepada bagian humas diharapkan bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sana.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, saya akan laksanakan. Saya akan bersosialisasi dengan masyarakat disana dan meminta bantuan dari tokoh masyarakatnya agar masyarakat lebih bisa mengerti maksud dan tujuan proyek ini.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kepada bagian Hukum, agar dipersiapkan segala persiapan yang berkaitan dengan proyek ini. Dimulai dari berkas-berkas sampai surat-surat berharga lainnya, agar memperoleh kelegalan persetujuan dari semua pihak.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”OK, saya sudah persiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan dan segala surat-surat penting lainnya.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Terima kasih, mohon kerjasamanya. Kemudian untuk proses pengalihan lahan, biaya, ganti rugi, dan sebagainya, agar bagian Akuntan bisa mengatasinya. Dalam hal ini dibantu oleh bagian Hukum dan Humas.”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : “Baik Pak, saya akan persiapkan segala sesuatunya mengenai hal tersebut. Kepada bagian Hukum dan Humas saya mohon kerjasamanya agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baik Bu, saya akan melakukan yang terbaik agar proyek ini bisa berjalan sukses.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, kalau begitu kita harus terus melakukan koordinasi jika ada sesuatu hal yang membutuhkan bantuan.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ” OK, jadi semua bagian sudah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam proyek ini. Namun, jangan sampai mementingkan diri sendiri. Dimohon dalam proyek ini kerja sama dari setiap bagian dapat terkoordinasi dengan baik. Demikian rapat kali ini dan besok kita berangkat menuju Desa Tak Tahu Dimana untuk melaksanakan proyek ini. Terima kasih semuanya. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

 

Humas, Hukum, Akuntan                : ”Sama-sama, Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

 

Di lokasi proyek Desa Tak Tahu Dimana:

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           :”Kita telah berada di Desa Tak Tahu Dimana, bagaimana dengan persiapan dan kelengkapan dari setiap bagian?”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Saya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk sosialisasi nanti dengan masyarakat desai ini. Saya juga telah menghubungi tokoh masyarakat desa ini dan meminta bantuannya untuk mengumpulkan masyarakat dalam rangka sosialisasi.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Saya juga telah mempersiapkan semua berkas dan surat-surat yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembangunan proyek ini. Selain itu, saya telah menghubungi pihak berwajib untuk meminta bantuan keamanan agar pada saat terjadi sesuatu yang berhubungan dengan keamanan misalkan kericuhan ataupun kekacauan bisa terkendali. Namun, di sini kita berharap hal tersebut tidak sampai terjadi.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Tentu, kita semua di sini mengharapkan yang terbaik dan hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi, walaupun hal seperti itu sampai terjadi kita harus bisa menyigapinya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin agar dapat mengurangi dampak yang seminimal mungkin. Selanjutnya bagaimana dengan bagian Akuntan? Apakah semua sudah dipersiapkan?”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Semua kebutuhan dan hal penting lainnya telah dipersiapkan, seperti biaya, ganti rugi, proses pengalihan lahan kepemilikan, surat-surat penting, catatan-catatan, dan sebagainya. Nanti saya beserta bagian Humas dan Hukum akan saling berkoordinasi kembali.”

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Baiklah jika semua sudah beres dan telah dipersiapkan. Sekarang kita akan bertemu dengan masyarakat , mereka telah berkumpul di balai desa dan kita akan menuju ke sana.”

 

Tempat Sosialisasi :

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Assalamu’alaikum wr.wb.”

 

Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada masyarkat yang telah meluangkan waktunya dan bersedia menghadiri acara sosialisai ini dan juga para tokoh masyarakat yang bersedia membantu kami dalam sosialisasi ini. Terutama kepada Bpk. Lurah Desa Tak Tahu Dimana yang telah berada bersama kita di ruangan ini. Terima kasih Pak atas kesediaan Bapak untuk mengajak masyarakt untuk berkumpul di sini bersama kami. Baiklah, langsung saja kita mulai acara sosialisasi ini. Namun sebelumnya, kami akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Devi Slamet sebagai HUMAS. Kemudian ada Bpk. Tri Wahyu Rubianto sebagai TEKNISI. Ada Bpk Budhi Taufiq yang bergerak di bagian HUKUM dan yang terakhir merupakan yang tercantik di antara kami karena satu-satunya wanita, beliau adalah Ibu Crisca Angelia  bergerak di bagian AKUNTAN. Kami merupakan orang-orang yang berasal dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi terbarukan. Tujuan kami di sini untuk membangun suatu pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air. Sebelumnya kami telah melakukan survey di beberapa lokasi, setelah di analisa kami memilih desa ini karena sesuai dengan kriteria yang ada. Selain itu, kami juga di sini dalam rangka kerja sosial karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat di sini. Namun, di sini kami tidak dapat berkerja sendiri, kami membutuhkan bantuan bapak ibu sekalian. Dalam proyek ini kami membutuhkan lahan yang tidak sedikit.”

 

Masyarakat                                        : ”Kenapa harus desa kami Pak? Lahan yang gak sedikit emangnya baut apa? Apa bapak mau memeras kami sebagai orang yang gak berpendidikan ini? Bapak Ibu sekalian, kita jangan mau dibodohin oleh orang-orang seperti mereka yang mau memanfaatkan dan menghasilkan keuntungan buat mereka sendiri.” (Masyarakat lain berkata     : ”Yaaaa…. Betul…! Betul…!)

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Bapak-bapak, Ibu-ibu, mohon dengarkan penjelasan kami dulu. Kami tidak ada maksud seperti itu.”

 

Masyarakat                                        : ”Aaah…. Bohong! Bapak-bapak, Ibu-ibu jangan sampe percaya gitu ajah sama orang-orang ini. Kita gak tau sebenarnya apa yang mereka inginkan.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Tenang dulu bapak-bapak, ibu-ibu, dan sodara sekalian. Kami mengumpulkan masyarakat di sini bermaksud menjelaskan maksud dan tujuan pembangunan proyek ini. Untuk itu bapak ibu sekalian kami mohon dengan sangat kepada semuanya yang ada di sini untuk mendengarkan dan memberi kesempatan kepada kami agar jelas persoalannya. Soal lahan atau tanah, tentu saja kami tidak akan merugikan masyarakat di sini. Kami tentu akan membayarnya dan memberi ganti rugi yang sepantasnya atas lahan yang akan kami digunakan nanti sebagai lahan proyek ini.” (Bpk. Lurah menenangkan warganya agar dapat mendengarkan penjelasan proyek tersebut).

 

Masyarakat                                        : ”Mohon maaf kalo begitu, kami sebagai masyarakat di sini hanya tidak ingin dirugikan dan dimanfaatkan untuk keuntungan semata oleh bapak sekalian. Silahkan bapak jelaskan kembali kepada kami dan kami akan mendengarkannya.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Baik, terima kasih atas perhatian semuanya. Untuk penjelasan mengenai proses pembangunan pembangkit ini akan saya serahkan kepada bagian TEKNISI kami.”

 

Bpk. Tri Wahyu Rubianto (Teknisi)           : ”Terima kasih sebelumnya. Kami di sini bermaksud untuk membangun sebuah pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan aliran sungai yang cukup besar di desa ini. Dari survey yang kami lakukan,  desa ini belum terjangkau oleh pasokan listrik dari PLN dan kalu pun ada yang menggunakan listrik itu hanya sebagian kecil saja bagi mereka yang berkecukupan. Untuk itu, kami ingin membantu masyarakat di sini agar dapat menikmati penggunaan listrik. Selain itu, proyek ini nantinya bisa mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini sehingga masyarakat di sini bisa mendapatkan penghasilan tambahan bahkan bisa mengembangkan jenis industri yang besar. Sebelumnya, untuk membantu proses pembangunan proyek ini kami membutuhkan lahan dan lokasi yang strategis sebagai tempat pengoperasian dan perawatannya. Lokasinya harus berada di sekitar sungai, mudah terjangkau, dan listrik bisa terdistribusikan secara merata ke rumah-rumah masyarakat. Oleh karena itu kami akan mengganti lahan yang akan kami gunakan dalam proyek  ini dengan penggantian yang sesuai dan tidak merugikan.”

 

Masyarakat                                        : ”Bagai mana dengan pekerjaan kami pak? Karena lahan yang digunakan merupakan tempat pencaharian kami sebagai petani. Dari mana kami bisa mendapatkan penghasilan kalau lahan yang kami gunakan sebagai pencaharian kami sudah tidak ada?

 

Bpk. Tri Wahyu R. (Teknisi)           : ”Untuk soal itu sebaiknya akan lebih jelas bila bagian HUKUM dan AKUNTAN yang menjelaskannya.”

 

Bpk Budhi Taufiq (Hukum)                        : ”Baiklah, untuk persoalan lahan tanah dan legalisasinya akan saya urus. Saya beserta bagian AKUNTAN akan mengurus surat-surat tanah dan penggantiannya dengan harga yang sesuai. Saya akan melengkapi semua berkas-berkas kepemilikan lahan atau tanah bila memang masih belum lengkap dan merundingkan mengenai legalitasnya dengan Bapak Ibu sekalian sesuai hukum yang berlaku. Selain itu juga, saya akan membuat perjanjian dari semua pihak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu saja perjanjian tersebut kita buat bersama warga yang bersangkutan dan disaksikan oleh oleh beberapa saksi dari semua pihak. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan semua menyetujuinya. Kemudian untuk biaya dan hal lain akan disampaikan oleh bagian AKUNTAN.”

 

Ibu Crisca A. Y. (Akuntan)             : ”Terima kasih. Untuk biaya penggantian lahan atau ganti rugi telah saya persiapkan dan akan saya perhitungkan dengan baik. Penggantian ini akan saya bicarakan terlebih dahulu dengan pihak yang bersangkutan mengenai lahan dan ganti rugi. Segala biaya akan kami sediakan sampai proyek ini selesai. Untuk persoalan mengenai pekerjaan Dapak Ibu sekalian, Tujuan kami di sini memang untuk membantu dan mengembangkan potensi usaha yang ada di desa ini. Dalam proses pembangunan nanti, kami akan membutuhkan pekerja yang berasal dari desa ini juga dan akan kami upah yang sesuai. Kemudian jika ada lulusan-lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang memeiliki keahlian di bidang teknisi atau pun kelistrikan akan kami pekerjakan dan menjadi pekerja tetap dalam proyek pembangkit ini. Namun, jika tidak ada atau hanya sedikit yang lulusan SMK, kami akan memberikan pelatihan terlebih dahulu agar memiliki keahlian dan mendapat pekerjaan agar tidak menjadi pengangguran. Tidak hanya itu, kami juga memberi pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di sini agar mendapat keahlian yang berkaitan dengan potensi yang ada seperti pengembangan usaha pertanian, perkebunan, dan sebagainya. Demikian penjelasan dari saya.”

 

Bpk. Devi Slamet (Humas)               : ”Terima kasih. Baiklah bapak-bapak, Ibu-ibu, dan sodara sekalian, demikian untuk sosialisai mengenai proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air ini. Kami mohon kerja samanya dari semua pihak, semoga kedepannya proyek ini terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya untuk masyarakat Desa Tak Tahu Di mana ini. Amin…! Proyek ini akan dilaksanakan sebulan kemudian setelah semua perjanjian dan kesepakatan dari semua pihak telah disetujui dan mendapat legalisasi. Bila ada sesuatu hal yang ingin disampaikan bisa langsung menghubungi kami. Demikian dari kami, mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak Ibu sekalian. Akhir kata kami ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.”

 

Masyarakat                                        : ”Wa’alaikumsalam wr.wb.”

 

 

Semua bersalaman dengan masyarakat dan tokoh masyarakat di sana. Walaupun sempat terjadi penolakan dari masyarakat, namun semua berakhir dengan baik. Setelah sebulan mendapat persetujuan dan legalisasi, proyek pun dilaksanakan sampai selesai. Dalam proses pembangunan proyek yang dilaksanakan tentu saja masih ada kendala-kendala lain yang harus diselesaikan, namun semua diselesaikan dengan baik-baik untuk mendapat titik tujuan yang tidak saling merugikan. Setelah proyek selesai dibangun, masyarakat Desa Tak Tahu Dimana dapat menikmati penggunaan listrik dan bisa mengembangkan pontensi usaha yang ada di sesa itu. Masyarakatnya pun sekarang telah memiliki penghasilan lebih bahkan melebihi penghasilan sebagai petani yang sebelumnya. Meraka pun berharap menjadi masyarakat yang selalu berkembang dan menjadi lebih baik lagi, namun tidak melakukan segala sesuatu secara berlebihan dan tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan mereka agar bisa dinikmati oleh cucu-cucu mereka di masa yang akan datang.

 -SEKIAN-