Formula Einstein dan Penerapannya Pada Prinsip Ekonomi

Posted on 10 Januari 2012

2


Formula Einstein E = mc2 dapat diterapkan pada prinsip ekonomi. Dengan sedikit adaptasi teori, kita ketahui, perubahan salah satu kekuatan/energi ekonomi ke bentuk lain dari kekuatan/energi ekonomi tidak dapat mengubah jumlah total ekonomi. Prinsip dasar ekonomi yang mengambil keuntungan/laba besar dari modal/saham kecil hanya dapat diterapkan pada waktu dan atau wilayah sangat terbatas.

Pada jurnal berjudul “The Great Depression. George Bush vs Einstein on economic policy“, dikatakan bahwa Albert Einstein adalah salah satu matematikawan terbesar abad  ini. Jurnal tersebut menentang klaim yang dilakukan oleh Ronald Reagan atau George W. Bush perihal pertumbuhan ekonomi. Ayahnya, George Bush Senior, menyebut “teori ekonomi menetes turun” (trickle down economic theory) sebagai ‘ekonomi voodoo’ ketika ia menantang Reagan untuk nominasi partainya, tapi menjadi “diam” setelah terpilih menjadi Wakil Presiden. Menurut Einstein  “teori ekonomi menetes turun” (trickle down economic theory) adalah kebijakan ekonomi yang tidak layak sama sekali, juga bukan cara untuk menciptakan pekerjaan. Ini hanya transfer atau pemindahan kekayaan, dengan konsekuensi adanya bencana termasuk pada akhirnya, hilangnya manfaat dan keuntungan bagi banyak fihak. Reaganomics, seperti yang akhirnya disebut, membutuhkan waktu sekitar lima belas tahun untuk mulai menghancurkan perekonomian sehingga berdampak sistemik berdasarkan yang dialami kita sekarang.

“Depresi Besar (Great Depression)” adalah kejadian yang biasa dalam perekonomian Amerika tahun 1800-an. Berulang secara berkala sepanjang abad, membawa kesedihan bagi bangsa di dunia lagi dan lagi. Depresi Besar yang paling terkenal, dimana orang biasanya merujuk saat menggunakan istilah ini, adalah depresi terkenal yang berlangsung sepanjang dekade tiga puluhan.

Karena analisis ekonomi melibatkan matematika dan angka-angka, Albert Einstein menggunakan bakatnya untuk menganalisis penyebab “Depresi Besar” ini. Apa yang dia temukan adalah bahwa Depresi Besar disebabkan oleh apa yang disebut sebagai “pekerja yang dibayar murah serta tidak memberikan dampak pasar yang menguntungkan” (yang menyebabkan hilangnya keuntungan dan aset di zaman itu) serta “motif keuntungan, dalam hubungannya dengan kompetisi di antara kapitalis yang bertanggung jawab dalam akumulasi ketidakstabilan  dan penggunaan modal yang mengarah ke depresi yang semakin parah”.

Apa yang dimaksud di sini adalah begitu banyak uang menumpuk di atas karena para kapitalis bersaing keras untuk dapat menjadi orang terkaya yang akhirnya bagian bawah perekonomian jatuh dan ambruk, dimana pasar tidak lagi dapat didukung karena ketidakseimbangan dalam distribusi kekayaan. Hal ini menghasilkan kejenuhan barang di pasar yang tidak dapat dijual serta menghasilkan deflasi harga yang mengakibatkan hilangnya keuntungan. Selanjutnya mengarah pada pemutusan hubungan kerja (PHK)  yang kemudian berakibat kerusakan lebih lanjut di pasar sebagai spiral ekonomi yang mengarah menjadi bencana.

Depresi besar tidak disebabkan oleh gelembung pasar saham yang meledak, melainkan hanyal reaksi terhadap keruntuhan di pasar (gejala dan bukan sebab). Depresi Besar disebabkan oleh transfer besar kekayaan pada sebuah minoritas kecil di puncak piramida, yang seperti Einstein katakan. Penyebab ‘ketidakstabilan’ dalam ‘pemanfaatan modal’  kemudian menghasilkan ‘depresi semakin parah’ yang  berkorelasi langsung dengan tingkat ketidaksetaraan pendapatan yang telah berkembang di masyarakat.