“Siapa yang Membunuh Mobil Listrik?” (Who Killed the Electric Car?): Korban Konspirasi Korporasi dan Birokrasi

Posted on 4 Oktober 2011

8


Sebagai sebuah film “misteri pembunuhan”, “Siapa yang Membunuh Mobil Listrik?”  (Who Killed the Electric Car?) adalah  salah satu karya dokumenter yang berhasil. Seperti “Inconvenient Truth” dari Al Gore dan dokumnter nonfiksi tentang perang di Irak, film ini penuh dengan informasi dan sejarah tentang upaya untuk memperkenalkan – dan mempertahankan – kendaraan listrik di jalan pada kurun 1996-2006. Untuk sutradara film, Chris Paine, bukti-bukti yang ada “terlalu mengerikan dan udara politik terlalu kotor” untuk hidupnya mobil listrik di Amerika Serikat saat itu. 
Cepat dan Lugas, film “Siapa yang Membunuh Mobil Listrik?” ditingkahi kisah sedih upaya yang heroik oleh sekelompok orang berpikiran terbuka untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Cerita sebagian besar diungkap selama kurun tahun 1990-an, ketika beberapa produsen mobil, termasuk General Motors, yang didorong untuk mengejar masa depan mobil yang bersih. Pada tahun 1990 “California Air Resources Board” mengadopsi mandat “Kendaraan Nol Emisi” dalam upaya untuk memaksa perusahaan mobil untuk memproduksi kendaraan bebas gas buang. Idenya sederhana: “Kita jangan tersedak sampai mati di limbah polusi kita sendiri”. Tujuan itu tampaknya sederhana: pada tahun 1998, 2 persen dari semua mobil baru yang dijual di pasar kendaraan terbesar di negara itu akan tanpa gas-buang, sehingga membuat gaya hidup California lebih ramah lingkungan. 

Mengingat bahwa beberapa perusahaan, termasuk GM, sudah menciptakan prototipe untuk mobil listrik yang dapat diproduksi secara massal. Percaya atau tidak, mobil listrik telah ada  selama era mobil diciptakan, kata tokoh otomotif Phyllis Diller. Film arahan Paine ini dibumbui dengan kesaksian bintang Hollywood, di samping ahli mobil yang  berbicara tentang perlunya mobil listrik sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan . 

Agaknya Pak Paine berpikir, khalayak perlu mendengarkan tokoh terkenal dan tidak terkenal mengenai mobil listrik, seperti Nona Diller, yang bernostalgia tentang kendaraan listrik pertama di depan sebuah lukisan berbingkai Tokoh Komedi Bob Hope. Komedian dan pembuat film pasti tahu bagaimana untuk menarik perhatian  terhadap nasib mobil listrik pertama GM saat itu.

Henry Ford dan minyak murah membantu mencegah mobil listrik dipergunakan di jalan-jalan Amerika. Hal itu meninggalkan sistem jalan raya yang tumbuh cepat dengan mesin yang memuntahkan polusi pembakaran internal. Film bergerak cepat antara wawancara dan sebuah tayangan visual yang mengejutkan. Mr Paine menjabarkan bagaimana “kisah cinta negara AS dengan mobil haus bensin”, kemudian  berubah menjadi cinta buta. Pada tahun 1950-an, dimana Jack Kerouac dan James Dean bersinar,  pejalan kaki Los Angeles yang berjalan-jalan di kota terlihat menutupi mulut mereka dengan sapu tangan, mencoba untuk menyaring udara. Beberapa dekade kemudian, negara mengambil tindakan berani untuk mencegah polusi dari kendaraan bermotor. Apa yang terjadi selanjutnya, Mr Paine menjelaskan, adalah kisah adanya keserakahan korporasi dan korupsi pemerintah, berhadapan dengan semangat idealisme dan kemarahan. 

Ini adalah kisah Mr Paine dengan “gigitan keras” pada konspirasi hilangnya mobil listrik saat itu. Pada tahun 1996 surat kabar Los Angeles melaporkan bahwa “dewan pengwasan udara California ragu dengan kesediaan konsumen untuk menerima mobil listrik, yang harganya mahal dan memiliki jarak perjalanan yang terbatas.” Mr Paine melampaui laporan ini, menunjukkan bahwa salah satu alasan dewan ragu-ragu karena ketuanya pada waktu itu, Alan C. Lloyd, telah bergabung dengan “California Fuel Cell Partnership“. Didirikan pada tahun 1999, kemitraan ini merupakan upaya bersama dari badan-badan federal dan negara, perusahaan sel bahan bakar, produsen mobil seperti GM dan energi seperti Exxon untuk mengeksplorasi “potensi” kendaraan bertenaga sel bahan bakar hidrogen.

Mengapa perusahaan seperti Exxon tertarik teknologi kendaraan nol-emisi – menurut beberapa pihak berwenang yang diwawancarai dalam film. Seperti Joseph J. Romm, seorang sekretaris asisten di Departemen Energi selama pemerintahan Clinton dan penulis “The Hype About Hydrogen”– mengatakan adalah jauh dari kenyataan penggunaanya di jalan raya? Jawabannya mungkin tidak mengejutkan Anda, terutama jika Anda cenderung untuk menonton film berjudul “Siapa yang Membunuh Mobil Listrik,?” (Who Killed the Electric Car?). Mr Paine dengan tegas menjelaskan, cerita dari mobil listrik lebih besar dari satu perjalanan bergairah dari orang-orang yang menyukainya. Ini seperti cerita es di kutub utara yang terpisah sampai ke Los Angeles, suatu cerita besar tentang kehidupan, dan mendesak untuk dipikirkan sebagai solusi ramah lingkungan.


Related articles, courtesy of Zemanta: