Muhammad Yunus Dalam Usaha Mengalahkan Musuh "Bank Untuk Orang Miskin"

Posted on 22 Juli 2011

0


Muhammad Yunus

Microfinance pioneer and Nobel peace prize winner Muhammad Yunus Photograph: Philipp Ebeling

Pemenang hadiah Nobel Perdamaian ini membahas serangan pada usaha-usaha untuk mengurangi kemiskinan, dari dalam dan luar Bangladesh

Muhammad Yunus sedang dalam keadaan tenang dan baik. Pada pukul 07:30 di kantor yang dingin di pusat kota London, ia berbicara dengan pesona urban dan semua objektivitas seperti filsuf saat ia menanggapi “kampanye hitam” pemerintah Bangladesh melawan dia, serta kemungkinan upaya menghancurkan pekerjaan dan hidupnya dalam membangun keuangan mikro pertama di dunia perbankan.

Dia adalah Tokoh Bangladesh paling terkenal, dikenal sebagai bankir dunia untuk orang miskin, pemenang Nobel pada tahun 2006 dengan Grameen Bank untuk Nobel Perdamaian, seorang aktivis tak kenal lelah di KTT global untuk keuangan mikro dan kewirausahaan sosial yang dapat diandalkan oleh Hillary Clinton, Nicolas Sarkozy dan Mary Robinson serta teman-temannya. Tapi seperti kata pepatah, seorang nabi tidak pernah diakui di negaranya sendiri. Baik pengakuan global – maupun protes dari pemerintah Perancis dan AS – membuat banyak pertentangan dengan maksud menghancurkan kepemimpinan Yunus pada Grameen Bank dan jaringan kewirausahaan sosialnya yang telah berkembang selama empat dekade terakhir.

Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina Wajed telah menuduhnya “menghisap darah dari orang miskin” dan menuduhnya korupsi meskipun pernyataan resmi pemerintah telah  membersihkan dirinya pada bulan lalu dari segala tuduhan. Pada akhirnya, satu-satunya tuduhan adalah bahwa pada umur 70 tahun dianggap kurang sigap, dia terlalu tua untuk menjadi direktur pelaksana Bank Grameen.Tuduhan dibuat, yang secara kebetulan oleh Menteri Keuangan yang berumur 77 tahun.

“Aku tidak terluka oleh fitnah pers; Saya kecewa dan saya khawatir serta saya tidak ingin melihat sebuah organisasi yang telah bermanfaat sejauh ini dan membawa begitu banyak hal yang baik dan membawa kekuatan untuk negara ini . Banyak orang marah  mengenai ini tetapi kemarahan tidak menyelesaikan apa-apa, “katanya.

“Aku ingin menegaskan sesuatu. Jika kita siap, kita bisa melakukan kontrol atas kerusakan yang ada.”

Ini adalah wawancara pertamanya sejak krisis pecah awal tahun ini. Yunus menolak berbicara dengan media Bangladesh karena takut menyulut kontroversi lebih lanjut, dan ia bersikeras bahwa ia tidak akan tertarik ke dalam berspekulasi tentang mengapa pemerintah telah memaksa pengunduran dirinya baru-baru ini. Dia hanya mengatakan: “Saya tidak bisa melihat tujuan tentang ini , saya tidak bisa melihat apa keuntungan negara serta apa keuntungan pemerintah dalam hal ini.”

Tentu banyak kehilangan yang terjadi. Bank apapun tergantung pada kepercayaan dan beberapa bulan terakhir telah  terjadi pergolakan  pada 22.000 karyawan dan 8.360.000 peminjam Grameen , 97% di antaranya adalah perempuan. Sejauh ini, pengembalian pinjaman pada jutaan pinjaman kecil stabil dan peminjam tidak menarik depositonya – yang bisa membuat bank runtuh. Ketenangan Yunus di London adalah semua untuk memantapkan kepercayaan pendukungnya di Bangladesh. Sebagai salah satu lembaga ekonomi yang paling efisien dan stabil di negara sangat miskin, ada banyak yang berharap bahwa dia akan berhasil dan Grameen akan melewati badai ini.

Badai itu dimulai dari sebuah film dokumenter versi YouTube yang dibuat oleh Dane dan disiarkan di Norwegia (dimana Yunus sedang berkonflik dengan Telenor) akhir tahun lalu tentang Yunus, Grameen Bank dan keuangan mikro pada umumnya yang mendorong kecaman terhadap dirinya. Film ini akhirnya mendorong penyelidikan pemerintah  pada Grameen Bank, menyelidiki sejumlah tuduhan mulai dari beberapa akuntansi yang tidak jelas antara anak perusahaan Grameen dan lembaga bantuan Norwegia pada 1990-an, serta dianggap mematok tinggi suku bunga untuk peminjam miskin.

Penyelidikan pemerintah diklarifikasi dan dibersihkan oleh Yunus di bulan April, tetapi membuat sejumlah rekomendasi untuk masa depan Grameen Bank. Pada saat yang sama, pemerintah membuat serangan lain melalui menteri keuangan yang memerintahkan agar Yunus mengundurkan diri karena ia terlalu tua; Bank Grameen melawan Menteri Keuangan tersebut di pengadilan dan kalah. Dengan terpaksa, Yunus memutuskan bahwa untuk menghindari turbulensi lebih lanjut, ia tidak punya pilihan selain mengundurkan diri. Dia berharap bahwa “Fihak yang baik akan menang” dan pemerintah akan memungkinkan dia untuk mengambil posisi kursi non-eksekutif  untuk mengawasi transisi.

Sementara Yunus menolak untuk tertarik pada pertempuran politik yang pahit, banyak teman dan sekutunya yang bergegas untuk membantunya. Sebuah kampanye internasional, Friends of the Grameen, diluncurkan Maret lalu yang diketuai oleh Mary Robinson. Sedangkan  pemerintah Amerika Serikat dan  Perancis telah memprotes keras pemerintah Bangladesh. Clinton menelepon untuk menawarkan dukungan pribadinya; Nicolas Sarkozy menulis untuk menjamin Yunus. Ini semua jauh dari harapan dia saat berbicara dan berdiri di Oslo  yang menempatkan “kemiskinan ke dalam museum” dalam pidato penerimaan hadiah Nobel.

Penjelasan yang paling mungkin untuk serangan terhadap dia adalah bahwa perjalanan singkat Yunus ke dalam dunia politik pada tahun 2007 membuat terkesima Sheikh Hasina. Dia mengumumkan bahwa dia akan mendirikan sebuah partai politik tetapi akhirnya meninggalkan ide itu hanya dalam waktu dua bulan. Reputasi ekonomi global yang besar dan tangguh dari merek Grameen telah membuat musuh merasa tidak aman.

Yunus mungkin tiba-tiba seolah-olah menganggur, tapi dia tidak kekurangan tawaran. Ada banyak minat dari seluruh dunia, ia mengakui,  bahwa ia telah ditawari beberapa lembaga untuk menjadi kepala atau posisi strategis lain. Tapi ini  sangat jelas: ia tidak ingin meninggalkan Bangladesh.

Jika Yunus berada di bawah pengepungan, begitu pula ide-ide yang ia cetuskan. Ada krisis di sektor keuangan mikro di India, di mana tingkat bunga yang tinggi di bank-bank keuangan mikro sektor swasta yang dikaitkan dengan bunuh diri nasabahnya. Yunus adalah pemberontak tentang keuangan mikro, yang masih penuh semangat dan dipercaya telah memberi manfaat bagi jutaan orang.

“Kami tidak pernah mengatakan keuangan mikro adalah peluru perak,” tegas dia.”Atau mengapa saya repot-repot untuk membuat 50 perusahaan lainnya mulai dari pertanian hingga telekomunikasi? Penciptaan lapangan kerja adalah solusi untuk kemiskinan Pinjaman hanya boleh diberikan untuk mendanai perusahaan.. Mereka tidak boleh digunakan untuk ‘kegunaan konsumsi’ atau bagaimana orang bisa membayar kembali pinjaman lain? Itu tentang menggenerasi pendapatan. ”

“Ketika keuangan mikro yang tersebar di seluruh dunia, beberapa orang menyalahgunakannya. Beberapa fihak mengamuk…. Menurut pendapat saya, jika ada keuntungan pribadi yang terlibat, itu tidak boleh disebut keuangan mikro. Hal ini harus benar-benar ditujukan untuk kepentingan masyarakat miskin. Orang-orang akan memberi penghargaan pada keuangan mikro. Di setiap negara di mana ada keuangan mikro mereka membutuhkan pihak berwenang yang tepat untuk mengawasi sektor dan undang-undang menentukan itu.  Saya tahu bahwa sektor ini lumpuh oleh kerangka kebijakan dan hukum yang tidak memadai.. ”

Yunus mengakui ada beberapa “overbilling” pada keuangan mikro, tetapi ini harus dilihat  sebagai bagian dari cara Anda menggaet minat donor dalam suatu proyek. Yunus menggunakan retorika yang kuat untuk mendesak upaya dalam menanggulangi kemiskinan. Dan dia menegaskan: “Keuangan Mikro telah mengurangi kemiskinan Lihatlah orang-orang yang telah bergabung Grameen…. Ini adalah organisasi yang paling intensif diteliti di dunia…”

Penelitian di Bangladesh positif karena perekonomian negara itu telah tumbuh 8% per tahun, dan penelitian belum cukup teliti untuk membuktikan hal apa yang  telah bertanggung jawab untuk pengurangan kemiskinan. Yunus tahu perdebatan tentang bukti-bukti ini, dan ia hanya mengulang: “Saya percaya itu Gramee berperan dalam mengurangi kemiskinan; Hasil riset itu menjadi kampanye negatif tentang Grameen.”

“Grameen adalah media yang dibangun untuk keuangan mikro,” katanya.

Pada satu hal, bahkan kritikus keuangan mikro setuju. Apapun masalah yang kini dihadapi sektor ini, pencetusnya sedang difitnah secara kejam di Bangladesh. Adapun Yunus, ia tenang dan bersikeras pekerjaannya harus terus berjalan. Dia menghabiskan banyak waktu berpidato tentang bisnis sosial atau keuangan mikro, seperti pengembangan kemitraan dengan perusahaan makanan Danone untuk menciptakan skema perusahaan untuk orang miskin. Lembaga yang didedikasikan untuk bisnis sosial yang baru-baru ini telah diluncurkan di Glasgow dan Paris.

“Saya ‘diprogram’ untuk terus bekerja,” ia tersenyum, dan kemudian ia membiarkan dirinya membesarkan diri. “Ini seperti Socrates atau Galileo. Bila Anda mengatakan sesuatu yang berbeda atau baru,. Dan itu tidak cocok, itu akan menciptakan ketegangan. Jika orang bertepuk tangan, Anda tidak melakukan sesuatu yang baru. Jika orang-orang terkejut, Anda berada dalam bisnis.

(Terjemahan bebas “Muhammad Yunus banks on beating the enemies of microfinance” dari http://www.guardian.co.uk/world/2011/jul/18/muhammad-yunus-microfinance-bangladesh)